<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dwi Setiyadi &#187; Blog</title>
	<atom:link href="http://www.dwi.web.id/category/blog/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.dwi.web.id</link>
	<description>Goresan di Atas Air. Cawan untuk menuangkan ide, gagasan, kejadian sehari-hari yang saya alami, serta tempat untuk saya berbagi karya.</description>
	<lastBuildDate>Sun, 31 Jan 2010 02:50:31 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Menjegal Blackberry A.K.A Membangun Persistent Mobile Internet Service</title>
		<link>http://www.dwi.web.id/blog/menjegal-blackberry-a-k-a-membangun-persistent-mobile-internet-service.html</link>
		<comments>http://www.dwi.web.id/blog/menjegal-blackberry-a-k-a-membangun-persistent-mobile-internet-service.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 08:19:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dwi.web.id/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Ini Blackberry lho mas&#8221;, ucap penjual bangga. &#8220;Ya saya juga tau mbak, kan ada tulisannya disitu&#8221;, sungut pembeli tidak mau kalah. &#8220;Maksudnya mas, bukan HP biasa&#8221;, balas penjual itu lagi. &#8220;Saya juga tau, ngapain saya beli kalo ngga tau teknologinya, si mbak sok hi-tech banget sih, kalo ditanya push email juga ngga tau kan? Itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Ini Blackberry lho mas&#8221;, ucap penjual bangga. &#8220;Ya saya juga tau mbak, kan ada tulisannya disitu&#8221;, sungut pembeli tidak mau kalah. &#8220;Maksudnya mas, bukan HP biasa&#8221;, balas penjual itu lagi. &#8220;Saya juga tau, ngapain saya beli kalo ngga tau teknologinya, si mbak sok hi-tech banget sih, kalo ditanya push email juga ngga tau kan? Itu lho email yang didorong&#8221;, balas pembeli dengan nada humor. &#8220;Pake gerobak mas dorongnya!&#8221;, seloroh penjual yang ternyata lebih hebat melucu.</p>
<p>Tidak salah memang jika sang penjual Blackberry pada percakapan diatas berpendapat kalau Blackberry bukan sekedar perangkat ponsel biasa, mudah-mudahan bukan hanya didasari oleh harganya saja yang tidak biasa. Lalu apa sih yang membuatnya berbeda? Secara fisik Blackberry sebetulnya sama saja dengan HP berteknologi keluaran vendor lain, seperti Nokia, Sony Ericsson, Samsung, HTC, dan lain-lain dengan beragam sistem operasi dan rupa. Lalu yang benar-benar membuatnya &#8220;beda&#8221; adalah &#8220;service&#8221;-nya yaitu layanan mobile internet yang sangat khas dengan teknologi push emailnya.</p>
<p>Konsep kerja layanannya tidak terlalu rumit, Blackberry menyediakan server raksasa sebagai supplier data dari internet, lalu data tersebut ditendang/didorong ke server operator telekomunikasi yang kemudian dilempar lagi ke pengguna. Berlaku sebaliknya ketika pengguna melakukan request data dari internet. Dengan begitu Blackberry menyediakan akses internet secara dedicated dan persistent (terus-menerus) ke operator, sedangkan operator hanya perantara antara pengguna dan server Blackberry, alhasil layanan internetnya lebih stabil dan tidak putus-putus. Maka tidak heran jika pengguna diwajibkan membayar iuran bulanan atas layanan ini.</p>
<p>Coba bayangkan jika di Indonesia ada perusahaan telekomunikasi yang seperti itu, dapat diperkirakan perangkat internet bergerak sangat murah harganya, dan tentu berimplikasi pada bidang ekonomi yang berkembang. Pertanyaan selanjutnya, dengan konsep yang demikian apakah pelaku profesi bidang teknologi informasi di Indonesia dapat membuat teknologi yang demikian? Memang secara teknis tidak sesederhana itu, tapi sebagai orang yang bekerja pada bidang ini, saya yakin sekali Indonesia dapat membuatnya. Persoalannya hanya tinggal modal dana besar untuk mendukung project seperti ini.</p>
<p>Saya membayangkan, hanya perlu ada satu perusahaan ISP (Internet Service Provider) yang me-leading terciptanya service ala Blacberry ini, katakanlah perusahaan A. Mempersiapkan infra struktur server raksasa yang dapat menampung kebutuhan internet manusia se-Indonesia. Lalu A menjalin kerjasama dengan produsen handset lokal yang kini cukup meramaikan pasar handset tanah air dengan ponsel TV nya, dan merancang handset berteknologi yang mendukung project ini, mungkin sistem operasinya bisa mengandalkan Google Android yang sangat canggih dan bersifat open source alias gratis, pastinya akan jadi handset berteknologi dengan harga bersahabat. Langkah terakhirnya adalah bekerjasama dengan operator telekomunikasi untuk masuk ke pasar end user. Benar-benar sebuah angan-angan yang dapat direalisasikan.</p>
<p>Baiklah, mungkin hanya tinggal masalah waktu. Kita tunggu saja produsen lokal unjuk gigi agar ekonomi kerakyatan lebih hidup, dan mampu mengalahkan produsen asing agar orang asing tidak terlalu ambil untung banyak dinegara kita. Kalo tidak ada yang siap untuk mewujudkannya. Saya siap 100% untuk mewujudkan teknologi ini, dengan catatan ada uang yang jatuh dari langit untuk membiayainya, hehe.</p>
<p>Jakarta, 28 Oktober 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dwi.web.id/blog/menjegal-blackberry-a-k-a-membangun-persistent-mobile-internet-service.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nyasar? No Way!</title>
		<link>http://www.dwi.web.id/blog/nyasar-no-way.html</link>
		<comments>http://www.dwi.web.id/blog/nyasar-no-way.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 08:17:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dwi.web.id/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Inget kisah Nobita yang sengaja menghindar dari Giant, dengan bantuan sebuah peta penunjuk posisi dalam serial Doraemon? Melalui alat itu Nobita bisa mengetahui posisi Giant berada dan Nobita berada. Gue inget dulu banget nontonnya waktu kelas 3 SD, sambil ngayal kalo punya alat beginian enak kali ya, pas mau ngapa-ngapain tinggal liat peta aja, mau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Inget kisah Nobita yang sengaja menghindar dari Giant, dengan bantuan sebuah peta penunjuk posisi dalam serial Doraemon? Melalui alat itu Nobita bisa mengetahui posisi Giant berada dan Nobita berada. Gue inget dulu banget nontonnya waktu kelas 3 SD, sambil ngayal kalo punya alat beginian enak kali ya, pas mau ngapa-ngapain tinggal liat peta aja, mau makan Baso Wonogiri cap Pakde Kumis? Tinggal search aja, atau kalo mau menghindar dari tukang penagih hutang tinggal siapin langkah seribu, hehe.</p>
<p>Bertahun-tahun kemudian alat Doraemon itu bukan lagi hanya ada dalam film dan dunia khayal gue doang, tapi beneran dibuat dalam dunia nyata, keren! Teknologi tersebut ternyata sudah beroperasi sejak 27 April 1995 oleh Departemen Pertahanan USA yang dinamakan <em>Global Positioning System</em>, tapi cuma untuk keperluan internal negara mereka, <em>we know, that USA is the demon of spy in the world</em>. Jadi ngga aneh kalo USA bisa memata-matai keadaan seluruh umat manusia diseluruh permukaan bumi (tapi kok keberadaannya Usamah Bin Ladin mereka ngga tau ya).</p>
<p>Mulai digunakan umum pada tahun 2000-an keatas, di Indonesia sendiri seinget gue tahun 2005 mulai masuk alat khusus GPS ini, gue juga kurang ngikutin sih perkembangannya kayak gimana. Tapi mulai marak sejak tahun 2005 di dunia Teknologi Informatika (IT) dengan ditandai bermunculannya aplikasi-aplikasi peta yang cukup populer seperti Google Earth dan teman-temannya. Lalu berkembang juga keperangkat mobile lainnya seperti HP.</p>
<p>Ok, pada kesempatan ini gue mau berbagi bagaimana memanfaatkan fitur ini pada <em>mobile phone</em> yang kita punya, tentunya harus sudah terbenam teknologi GPS pada handset. Pada dasarnya setiap handset berfitur GPS telah memiliki aplikasi bawaan untuk memanfaatkan GPS ini, seperti Blackberry Maps pada blackberry, atau OVI Maps pada Nokia (OVI Maps biasanya sudah dilengkapi dengan informasi lokasi tempat-tempat umum yang bisa kita akses, seperti informasi ATM terdekat), namun yang ingin gue bagi disini adalah aplikasi buatan Google, yaitu Google Maps. Kenapa sih harus Google Maps? Ada beberapa alasan, pertama; Google Maps lebih responsif ketimbang aplikasi bawaannya, kedua; jalan di banyak platform (mulai dari Symbian, Blackberry OS, iPhone OS, Windows Mobile, bahkan Sony Ericsson OS), ketiga; fasilitas Google Latitude untuk mengetahui posisi keberadaan teman yang tergabung dalam Google Latitude.</p>
<p>Untuk menginstall Google Maps pada handset kita, masuk ke website Google Mobile dengan alamat <a onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this), &quot;5794509fb9c8d668f4c8fa7ad1d80b49&quot;, event)" rel="nofollow" href="http://m.google.com/" target="_blank">http://m.google.com</a> pada browser di handset. Akan muncul beberapa aplikasi Goggle yang dapat di download, pilih aplikasi Maps. Setelah download selesai jalankan aplikasi yang sudah di download, ikuti instruksi instalasi, dan selesai. Buka Goggle Maps yang sudah di install, secara default akan memperlihatkan dimana posisi kita berada pada peta.</p>
<p>Manfaatkan secara maksimal untuk mengetahui letak alamat yang hendak dicari. Pada menu opsi/pilihan pilih menu cari/search, masukan nama tempat yang akan dituju, misalnya Bank Indonesia, kemudian akan ditampilkan beberapa hasil pencarian yang cocok dengan Bank Indonesia beserta alamatnya, pilih yang paling mendekati dengan lokasi yang dicari, misalnya Bank Indonesia yang berdekatan dengan Monas. Lalu peta lokasi Bank Indonesia akan ditunjukan.</p>
<p>Bingung bagaimana agar sampai ke lokasi yang ditemukan? Jangan cuma pegangan kalo bingung, paket bantuannya mencari rute bisa dicari disini, misalnya posisi kita ada di Kebayoran Lama, melalui menu option pilih menu <em>Get Direction</em>, maka tentukan <em>Start Point</em> pada <em>My Location</em> dan <em>End Point</em> pada Bank Indonesia pada peta yang ditemukan, klik <em>Show Direction</em>, hasilnya adalah beberapa alternatif rute. Misalnya kita memilih rute melalui Pakubuwono, Sudirman, Lalu Thamrin, maka pada peta akan diarahkan jalur menuju Bank Indonesia melalui rute tersebut.</p>
<p>Pertama kali memanfaatkan fasilitas ini untuk mencari sebuah alamat, gue merasa terbantu sekaligus kagum dengan aplikasi dan teknologi GPS ini. Waktu itu tidak hanya membantu menemukan alamat dalam peta, gue juga dibantu mencari rute (terdekat dan tidak macet) menuju tempat yang dicari dari tempat posisi gue berada. <em>Amazing</em>! Aplikasi ini telah menerapkan kecerdasan buatan (Artificial Intellegent) pada cara kerjanya, (bikinnya gimana yak?). Hmm&#8230; adegan pada film Doraemon ternyata terjadi didunia nyata nih, emak tolongin aye dong, <em>Dept Collector</em> udah di depan gang rumah neh!</p>
<p>Jakarta, 15 Oktober 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dwi.web.id/blog/nyasar-no-way.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Resensi Setengah Hati, novel &#8220;Facebook on Love&#8221;</title>
		<link>http://www.dwi.web.id/blog/resensi-setengah-hati-novel-facebook-on-love.html</link>
		<comments>http://www.dwi.web.id/blog/resensi-setengah-hati-novel-facebook-on-love.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 08:06:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Jejak Pemimpi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dwi.web.id/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Minggu sore (11/10/09), Burhan sms gue yang isinya ngajakin ketemuan di Plaza Bintaro buat ngobrol bebas seputaran bisnis yang sama-sama dulu kita bangun, barengan jawara ghokil yang sekarang mungkin masih sumringah dia bisa ke Malaysia, atau melongo dengan wajah noraknya mengamati perkotaan yang tidak sama dengan kampungnya di Cirendeu (mudah-mudahan orangnya ngga sadar kalo lagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.dwi.web.id/wp-content/uploads/2010/01/8117_1125997191965_1288223835_30299466_4283937_n.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-23  alignleft" style="margin: 0pt 10px 5px 0pt; float:left;" title="Facebook on Love Cover Book" src="http://www.dwi.web.id/wp-content/uploads/2010/01/8117_1125997191965_1288223835_30299466_4283937_n-150x150.jpg" alt="Facebook on Love Cover Book" width="120" height="120" /></a>Minggu sore (11/10/09), Burhan sms gue yang isinya ngajakin ketemuan di Plaza Bintaro buat ngobrol bebas seputaran bisnis yang sama-sama dulu kita bangun, barengan jawara ghokil yang sekarang mungkin masih sumringah dia bisa ke Malaysia, atau melongo dengan wajah noraknya mengamati perkotaan yang tidak sama dengan kampungnya di Cirendeu (mudah-mudahan orangnya ngga sadar kalo lagi dipuji abis-abisan disini). Namanya diajak pasti ditraktir nih, dengan semangat gue terima ajakan itu, tapi pas ditanya yang menanggung biaya-biaya &#8220;ngobrol&#8221; siapa, Burhan bilang &#8220;Bayar sendiri-sendiri!&#8221;. Glodak!!!! Semaput dah gue.</p>
<p>Ok, sebelum semakin <em>out of topic</em>, lebih baik <em>straight to the point</em> (ya elah, namanya juga resensi setengah hati, jangan diambil serius napa) ceritanya disela-sela obrolan tingkat tinggi kita, ngga sengaja lihat judul novel yang dipajang persis dipintu masuk Gramedia yang sangat menarik perhatian. Ya, novel itu berjudul &#8220;Facebook on Love&#8221;, wah fenomena yang sangat mungkin terjadi diantara temen-temen gue macam Hisnu, Herdi, Nabil, bahkan Burhan, dan lainnya (gue ngga termasuk ya). Kayak gimana sih isinya? Jangan kemana-mana, akan segera dibahas setelah paragraf berikut ini.</p>
<p>Cerita dimulai dengan salah sangka Fadli yang mengira kalau Dea adalah mantan kekasih kakak sepupunya, Fadli <em>nge-add</em> lebih dulu Dea pada situs jejaing sosial yang sedang ngetop yaitu Facebook. Awalnya mungkin tidak ada yang salah dengan hal itu, tapi kemudian jadi timbul masalah kemudian gara-gara Dea suka me-<em>review</em> buku-buku yang baru selesai dibacanya atau film yang baru selesai ia tonton, dan si Fadli ini seperti kurang kerjaan selalu ada saja kritikan yang mendarat di lapangan komentar.</p>
<p>Dalam sebuah kebetulan yang tidak diduga-duga, akhirnya mereka dipertemukan disebuah perusahaan penerbitan sebagai atasan dan bawahan. Jika di Facebook si Fadli pria bergaya aristokrat yang dikenal sebagai bos killer, dan si Dea yang cuek, pembangkang tingkat tinggi, ceplas-ceplos, tapi juga smart, selalu beradu otot, bagaimana di dunia nyata? Ternyata lebih parah, bahkan setiap pertengkarannya selalu sampai terlihat dan terdengar ke seluruh karyawan di penerbitan tersebut.</p>
<p>Hingga suatu hari perubahan yang sangat drastis terjadi dalam hubungan mereka, ketika mereka menemukan bayi kembar yang terbuang di parking lot kantor mereka. Lalu apa yang akan mereka lakukan pada bayi kembar itu? Dibuang ke panti asuhan, atau mau dirawat sendiri? Kalau dirawat sendiri siapa yang mau merawat? Fadli atau Dea? Atau mereka rawat berdua sebagai suami istri dan Ayah Bunda bagi si kembar? Maukah mereka melakukannya? Ditambah lagi masa lalu mereka masing-masing sungguhlah kelam. <em>So, can you facebookers, guess what&#8217;s next? Silly and touchy in once!</em>.</p>
<p>Buat gue pribadi, gue tertarik sama gaya bahasa yang disampaikan oleh Mbak Ifa Avianty si penulis, &#8220;gue banget&#8221; gitu lho. Mengupas fenomena masyarakat urban yang sedang nge-<em>trend</em>, lalu membungkusnya dengan moral yang kuat pada kisahnya serta dekat sekali dengan kehidupan kita sehari-hari, seperti kita mengalaminya sendiri. Buat elo yang cukup jenuh sama buku-buku intelektual yang tebel dan cukup jitu buat nimpuk temen yang nyebelin, novel ini cukup bagus buat selingan, atau sekedar buat kado bagi kenalan kita. Selamat membaca.</p>
<p>Jakarta, 13 Oktober 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dwi.web.id/blog/resensi-setengah-hati-novel-facebook-on-love.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menggunakan Class Database Codeigniter Secara Independen</title>
		<link>http://www.dwi.web.id/blog/menggunakan-class-database-codeigniter-secara-independen.html</link>
		<comments>http://www.dwi.web.id/blog/menggunakan-class-database-codeigniter-secara-independen.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 07:36:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dwi.web.id/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Bagi pembaca yang telah terbiasa dengan programming menggunakan framework di PHP, tentu familiar dengan Codeigniter. Framework ini memiliki database class dengan implementasi ActiveRecord design pattern yang baik. Nah, bagaimana kalau muncul kebutuhan untuk menggunakan database class nya saja, tanpa menggunakan frameworknya? Berikut ini saya sertakan bagaimana menggunakan database class Codeigniter versi 1.7.1 secara independen (standalone).

Langkah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi pembaca yang telah terbiasa dengan programming menggunakan framework di PHP, tentu familiar dengan Codeigniter. Framework ini memiliki database class dengan implementasi ActiveRecord design pattern yang baik. Nah, bagaimana kalau muncul kebutuhan untuk menggunakan database class nya saja, tanpa menggunakan frameworknya? Berikut ini saya sertakan bagaimana menggunakan database class Codeigniter versi 1.7.1 secara independen (standalone).</p>
<p><span id="more-9"></span><br />
Langkah awal yang dilakukan adalah membuat script factory untuk menginisiasi database class agar dapat digunakan dengan baik, berikut ini code nya:</p>
<p>&lt;?php<br />
// filename factory.php</p>
<p>define(BASEPATH,&#8221;./&#8221;);<br />
define(EXT,&#8221;.php&#8221;);<br />
include_once (&#8220;database/DB.php&#8221;);</p>
<p>function log_message(){/*just suppress logging*/}</p>
<p>Class database {<br />
private static $CIAR;<br />
public static function factory()<br />
{<br />
self::$CIAR =&#038; DB() ;<br />
return self::$CIAR;<br />
}<br />
}<br />
?&gt;</p>
<p>Berikutnya copy file konfigurasi database Codeigniter yang ada pada aplikasi codeigniter yaitu APPPATH/config/database.php ke dalam folder yang sama dengan file factory.php diatas. Salin juga folder database berserta seluruhnya pada aplikasi codeiniter yang ada pada BASEPATH/database, ke dalam folder yang sama dengan file factory.php. Lalu edit file DB.php yang ada dalam folder database:</p>
<p>cari baris:<br />
include(APPPATH.&#8217;config/database&#8217;.EXT);</p>
<p>ubah menjadi:<br />
include(BASEPATH.&#8217;database&#8217;.EXT);</p>
<p>Selesai!</p>
<p>Penggunaannya adalah sebagai berikut:</p>
<p>Edit konfigurasi database sesuai dengan mesin anda pada file database.php di folder yang sama dengan file factory.php. Lalu buat file untuk menjalankan query database class:</p>
<p>&lt;?php<br />
// filename tes.php, hanya contoh saja</p>
<p>include(&#8220;factory.php&#8221;);<br />
$activerecord = database::factory();</p>
<p>$activerecord->where(&#8217;status&#8217;, &#8216;publish&#8217;);<br />
$query = $activerecord->get(&#8220;blog&#8221;);<br />
foreach ($query->result() as $row)<br />
{<br />
echo $row->title.&#8217;<br />&#8216;;<br />
}<br />
?&gt;</p>
<p>Perlu diperhatikan, database class Codeigniter ini menggunakan library Exception.php untuk menangani error reporting, sehingga jika ada kesalahan kode query yang dibuat maka error reporting ala Codeigniter tidak dapat ditampilkan. Dalam hal ini pembaca dapat memodifikasi lebih lanjut jika menghendaki error reporting ala pembaca sendiri. Semoga bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dwi.web.id/blog/menggunakan-class-database-codeigniter-secara-independen.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
